Bayangkan seorang anak bernama Arka. Setiap pagi, alih-alih duduk membungkuk di kursi sekolah yang itu-itu saja, ia mengenakan perangkat realitas virtual dan bergabung dengan kelas digital bareng siswa dari seluruh penjuru Indonesia. Saat pelajaran biologi? Arka langsung membedah jantung versi virtualnya. Untuk mata pelajaran sejarah? Ia mengobrol dengan avatar Soekarno di tengah hiruk-pikuk Proklamasi 1945. […]